Self-Control dan Uang: Tahu Saja Tidak Cukup
Memahami peran self-control dalam mengelola perilaku finansial, mengapa mengetahui yang benar saja tidak selalu cukup, serta langkah praktis untuk membangun kontrol diri dan kesehatan finansial yang lebih baik.
Artikel ini adalah turunan dari Decision Fatigue: Pengaruhnya dalam Keputusan Finansial .
Gajian telah tiba, ada uang yang masuk dalam rekening. Senyum mulai mengembang, rasa lelah bekerja terasa hilang. Namun waktu terasa begitu singkat, senyum yang dimiliki mulai menjadi rata. Rasa bahagia perlahan sirna, terlebih ketika mengingat ada berbagai tagihan yang perlu dibayar. Pembayaran demi pembayaran dilakukan, ternyata jumlahnya lebih banyak dari perkiraan. Lantas, dimana letak kesalahannya?
Ketika diusut, terlihat bawa pembelanjaan kita di bulan sebelumnya membengkak. Pembayaran tagihan, biaya administrasi dari pinjaman ternyata melebihi batas yang telah direncanakan. Kita pun mulai berpikir, kenapa? Kenapa aku mengeluarkan uang begitu banyak untuk membeli barang yang rasanya tidak terlalu penting.
Di tengah kesedihan akibat menyadari kesalahan yang dilakukan. Kita mulai merasa stres, merasa lelah dan berduka. Kita pun mulai mencari pembenaran, mencari penghiburan dan apa yang selanjutnya kita lakukan? Melihat toko hijau, toko biru, toko oranye dan ada FLASH SALE di keranjang kita. Berdalih sebagai self reward karena telah bekerja keras serta sebagai mood booster. Akhirnya transaksi untuk barang tersebut pun selesai dan apa yang terjadi ini kembali terulang.
Self-Control
Mengapa hal tersebut dapat terjadi dan rasanya sangat sulit keluar dari lingkaran buruk tersebut? Jawabannya ada di self-control atau kontrol diri, dimana itu adalah kemampuan untuk mengatur pikiran, emosi serta perilaku agar tetap sejalan dengan tujuan yang lebih besar. Berbicara mengenai uang, hal ini dapat dilihat sebagai perilaku untuk “menikmati saat ini” atau “mempersiapkan nanti”.
Penelitian yang dilakukan oleh Van Raaij, Riitsalu & Põder pada tahun 2023 menjelaskan bahwa self-control sangatlah penting terhadap kesehatan finansial seseorang. Cara seseorang mengendalikan stresnya menjadi poin penting agar terciptanya kontrol diri yang baik dan sehat secara finansial. Penelitian oleh Fernández-López, dkk pada tahun 2024 juga menyampaikan hubungan seseorang mampu memiliki self-control yang baik berkaitan dengan tingkat utang orang tersebut. Penelitian yang menemukan bahwa kesehatan finansial yang berkaitan erat dengan self-control selaras dengan penelitian yang lebih dulu dilakukan oleh Strömbäck, dkk pada tahun 2017 menemukan bahwa individu dengan self-control yang lebih baik cenderung memiliki perilaku finansial yang lebih sehat, lebih rutin menabung dari penghasilannya, serta merasa lebih aman terhadap kondisi finansial saat ini maupun masa depan.
Perspektif YFD
Di Your Financial Doctor, kami melihat self-control bukan sekadar soal menahan diri untuk tidak membeli sesuatu, melainkan kemampuan yang bisa dilatih lewat sistem — bukan cuma niat. Seperti sudah dibahas di artikel sebelumnya soal decision fatigue, kemampuan menahan diri ini juga terbatas dan bisa terkuras. Karena itu, pendekatan yang kami dorong bukan “berusaha lebih keras”, tapi merancang lingkungan dan kebiasaan yang membuat pilihan sehat menjadi pilihan yang lebih mudah diambil.
Lebih dari Ilmu
Kita mengetahui bahwa menabung itu lebih baik, tetapi …………. (kita dapat mengisi bagian ini secara pribadi). Ada banyak kata untuk melengkapi kalimat tersebut. Kita seringkali mengecilkan kemampuan diri ataupun membenarkan perlakuan kita dengan berbagai macam alasan. Kemudian ketika semua alasan ataupun semua pernyataan orang seakan menyerang kita, kita masuk dalam mode lelah (decision fatigue) sehingga pada akhirnya self control pun hilang dan semua kembali terulang.
Oleh sebab itu, yang penting untuk kita miliki bukan hanya sekedar ilmu pengetahuan. Kita perlu melakukan hal yang lebih daripada itu, kita perlu untuk melakukan aksi nyata. Adapun beberapa tips yang dapat kita lakukan:
- Ketika ada barang yang kita inginkan, tundalah untuk membelinya (1-3 hari). Jika hasrat untuk membeli barang itu mulai hilang, berarti itu hanyalah keinginan kita (bukan kebutuhan).
- Menambahkan “hambatan” dengan cara tidak menaruh paylater, kartu kredit ataupun uang yang banyak sebagai metode pembayaran. Hal ini membuat kita tentu melakukan hal ekstra untuk membeli sesuatu, dengan harapan mampu menambahkan pertanyaan, “apakah saya benar-benar membutuhkannya?”
- Otomatisasi komitmen yang sudah dibuat, seperti menabung dengan jumlah yang sudah ditetapkan sebelumnya. Sehingga ketika ada uang yang masuk, maka uang tersebut akan langsung masuk ke dalam kantong tabungan atau investasi.
- Sisihkan uang jajan, hal ini tetap penting. Self control bukan berarti menjalani hidup tanpa memberikan kesenangan pribadi. Senang boleh, memanjakan diri dipersilahkan namun tetap mengingat jumlah koridor yang sesuai dengan apa yang telah ditetapkan.
Self Control dan Kebahagiaan
Percayalah bahwa self control tidak merebut kebahagiaan kita. Penelitian yang dilakukan oleh du Plessis, dkk pada tahun 2024 menemukan temuan yang menarik bahwa kemampuan mengontrol keuangan bukan hanya persoalan ketika kita “tidak membeli”, melainkan diperoleh dari kondisi psikologis seseorang. Sehingga dapat saya simpulkan, ketika kita memiliki self control yang baik, kita dapat memperoleh kebahagiaan dan secara tidak langsung akan membantu kita juga dalam kesehatan finansial.
Sehingga hal yang dapat menjadi pertanyaan dan perenungan kita adalah:
Sudahkah kita menemukan kebahagiaan diri dan merasa puas?
Jika belum, YFD memiliki First Aid Kit untuk menjadi pertolongan pertama kita mengenal diri, mengenal kebiasaan kita sehingga kita bisa memperoleh kepuasan yang lebih optimal dan kondisi finansial kita turut membaik.
Artikel ini bertujuan edukasi umum dan bukan pengganti konsultasi finansial personal. Untuk memahami pola self-control finansial Anda secara lebih spesifik, Anda bisa melakukan Financial Health Check Up bersama tim YFD.
Referensi
du Plessis, L., Jordaan, Y., & van der Westhuizen, L.-M. (2024). Psychological needs and financial well-being: The role of consumer spending self-control. Journal of Financial Services Marketing, 29, 1197–1206.
Fernández-López, S., Castro-González, S., Rey-Ares, L., & Rodeiro-Pazos, D. (2024). Self-control and debt decisions relationship: Evidence for different credit options. Current Psychology, 43, 340–357.
Strömbäck, C., Lind, T., Skagerlund, K., Västfjäll, D., & Tinghög, G. (2017). Does self-control predict financial behavior and financial well-being? Journal of Behavioral and Experimental Finance, 14, 30–38.
van Raaij, W. F., Riitsalu, L., & Põder, K. (2023). Direct and indirect effects of self-control and future time perspective on financial well-being. Journal of Economic Psychology, 99, 102667.